This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 10 November 2018

Judul Skripsi Penjas Terbaru

Penerapan Media Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Dasar Manipulatif Melempar dan Menangkap Bola pada Siswa Kelas IV SDLB-B SLB YRTRW Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

    Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai fungsi dan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkmbangan manusia, khususnya pada aspek perkembangan gerak. Menurut Nixon dan Jewett (1983:27) Pendidikan jasmani adalah satu aspek dari proses pendidikan keseluruhan yang berkenaan dengan perkembangan dan penggunaan kemampuan gerak individu yang suka rela dan berguna serta berhubungan langsung dengan respons mental, emosional dan sosial.
       Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik (gerak dasar), pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai seperti sikap, mental, emosional, sportivitas, spiritual, sosial, serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. 
     Kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani tidak hanya diperuntukkan bagi anak normal, tetapi anak yang berkebutuhan khusus juga membutuhkan kegiatan olahraga. Namun masih banyak masyaratakat menganggap bahwa kecacatan dipandang secara negatif. Anak yang berkebutuhan khusus dianggap tidak mampu melakukan kegiatan apa-apa termasuk olahraga. Hal ini sering dijumpai dalam pembelajaran pendidikan jasmani, anak yang membutuhkan pelayanan khusus sering tidak diikutsertakan dalam kegiatan belajar mengajar pendidikan asmani. 
Pendidikan jasmani adaptif merupakan suatu pelajaran yang berfungsi untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus agar tidak merasa rendah diri an terisolasi dari lingkungannya. Kepada peserta didik diberikan kesempatan ntuk melakukan aktivitas jasmani melalui berbagai macam kegiatan olahraga dan permainan. Pemberian kesempatan tersebut merupakan pengakuan bahwa mereka emiliki hak dan kewajiban yang sama seperti anak-anak normal. Di sisi lain, elalui pendidikan jasmani adaptif dapat dijadikan salah satu sarana untuk embantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Hal ini karena, pendidikan asmani adaptif merupakan pelajaran yang mengutamakan aktivitas fisik, embentukan gerak dasar, pertumbuhan dan pengembangan jasmani dan rokhani, osial, emosional yang serasi, selaras dan seimbang. Sebagai alat pendidikan, endidikan jasmani adaptif bukan hanya rtujuan untuk mengembangkan emampuan jasmani siswa, tetapi melalui aktivitas jasmani dikembangkan pula otensi lainnya, seperti kognitif, afektif dan psikomotor anak. ola gerak dasar adalah bentuk gerakan-gerakan sederhana yang bisa dibagi ke dalam tiga bentuk gerak yaitu gerak lokomotor (gerakan berpindah tempat), gerak non-lokomotor (gerakan tidak berpindah tempat), dan gerak anipulatif. Gerak manipulatif merupakan gerak di mana ada sesuatu yang igerakkan, di sebut manipulatif karena pada keterampilan ini anak-anak harus erhubungan dengan benda di luar dirinya yang harus dimanipulasi sedemikian upa sehingga terbentuk satu keterampilan. Keterampilan-keterampilan tersebut isa melempar, menendang, menangkap, menghentikan bola dan lain sebagaainya, ang merupakan dasar dari banyak jenis olahraga. Gerak manipulatif memegang eranan penting dalam proses tumbuh kembang anak, dan berguna bagi engembangan gerak motorik anak. agi anak berkebutuhan khusus penguasaan gerak dasar manipulatif ersebut masih dianggap sulit untuk dikembangkan. Khususnya bagi anak unarungu karena hambatan mendengar yang dimiliki anak tunarungu enyebabkan mereka memiliki keterbatasan dalam memahami ucapan orang lain aat berkomunikasi begitu juga dalam proses pembelajaran, anak tunarungu erkadang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan guru maupun teman kelas. Kelemahan mereka terletak pada indra pendengaran ehingga proses belajar mengajar menjadi tidak dapat masksimal untuk ilaksanakan. Media visual yang peneliti buat tujuannya untuk memudahkan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka, rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah:Apakah penerapan media visual dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola pasa siswa kelas IV SDLB tahun Ajaran 2015 /2016?


Judul Skripsi Teknik Mesin

Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut dengan Menggunakan Sistem Oscillating Water Column di Perairan Pulau Bawean Kabupaten Gresik


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

     Merujuk pada UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang mengamanatkan bahwa dalam rangka mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan energi nasional, maka pengelolaan energi ditujukan untuk tercapainya kemandirian pengelolaan energi, terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri, terjaminnya pengelolaan sumber daya energi secara optimal, terpadu, dan berkelanjutan, serta termanfaatkannya energi secara efisien di semua sektor dan tercapainya peningkatan akses energi kepada masyarakat yang tidak mampu atau yang tinggal di daerah terpencil. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, pengembangan wilayah, dan pembangunan dari tahun ke tahun, kebutuhan akan pemenuhan energi listrik nasional pun semakin besar. Krisis energi adalah suatu permasalahan yang sedang hangat diperbincangkan oleh khalayak umum pada saat ini. 
      Dimana sumber energi utama yang telah digunakan, yakni sumber energi bahan bakar fosil yang ketersediaannya semakin menipis dari waktu ke waktu. Indonesia memiliki potensi akan berbagai sumber energi terbarukan yang sampai saat ini masih kurang bisa dimanfaatkan secara optimal. Indonesia memiliki jumlah pulau mencapai 17.480 buah dan merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang nomer 4 di dunia, yaitu lebih dari 95.181 kilometer. Dengan adanya garis pantai ini, menjadi salah satu potensi bagi Indonesia untuk mengembangkan energi gelombang laut. Hal ini sangat disayangkan mengingat sumber energi tersebut sangat melimpah dan tak terbatas masih sedikit untuk dimanfaatkan. Dari jumlah pulau yang ribuan tersebut masih banyak pulau – pulau terpencil (remote area) yang belum teraliri oleh listrik karena sulitnya mendapat jaringan listrik nasional dari PLN. Karena akses kepada jaringan PLN belum ada ataupun masih sangat terbatas. Solusi Energi Terbarukan menjadi jawaban terhadap permintaan kebutuhan pembangunan desa di pulau terpencil di Indonesia.  Pada dasarnya prinsip kerja teknologi yang mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin dan menggerakkan generator. Karena itu sangat penting memilih lokasi yang memiliki suber energi gelombang laut yang melimpah. 
            Meskipun penelitian untuk mendapatkan teknologi yang optimal dalam mengkonversi energi gelombang laut masih terus dilakukan. Saat ini, ada beberapa alternatif teknologi yang dapat dipilih, diantaranya Oyster Wave Energy Converter, Sistem Pelamis Wave Energy Converter, Permanent Magnet Linear Buoy dan Oscillating Water Column (OWC). Salah satu alternatif teknologi tersebut adalah menggunakan sistem kolom air berosilasi atau biasa disebut Oscillating Water Column (OWC), dikarenakan penempatan alat ini mudah, bisa diletakkan di pinggir pantai (shoreline) dan tidak memerlukan biaya mahal untuk instalasi kabel bawah laut karena letaknya yang di pinggir pantai. Untuk Indonesia sendiri sudah ada beberapa penelitian mengenai teknologi Oscillating Water Column tersebut, baik dalam skala laboratorium, segi permodelan software ataupun studi potensi di beberapa wilayah. Soemarwanto, dkk (2013) melakukan studi potensi pembangkit listrik tenaga gelombang laut tipe Oscillating Water Column di Perairan Pulau Sempu Kabupaten Malang dengan beberapa variasi lebar kolom (3x4 meter ; 6 meter ; dan 8 meter) menggunakan percobaan model dengan bantuan software AutoCAD dan Ansys CFD. Utami (2010) melakukan studi potensi pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan menggunakan sistem Oscillating Water Column di tiga puluh wilayah kelautan Indonesia. Wijaya (2010) melakukan penelitian tentang potensi energi gelombang laut menggunakan teknologi Oscillating Water Column di Perairan Pulau Bali. Lebar chamber OWC yang digunakan sebesar 35 meter dan panjang 18 meter, sesuai standar EPRI (Electric Power Research Institute) Australia. Sedangkan Kusuma, dkk (2014) melakukan penelitian mengenai perancangan prototype pembangkit listrik tenaga gelombang laut tipe Oscillating Water Column di Pantai Bandealit Jember.                     Prototipe OWC dibuat dengan perbandingan skala 1 : 4 dengan dimensi prototipe panjang, lebar dan tinggi masing – masing 1 meter. Berdasarkan latar belakang tersebut masih perlunya dilakukan penelitian mengenai studi potensi dan analisa kelayakan ekonomis pembangkit listrik dengan menggunakan sistem Oscillating Water Column di Perairan Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Pulau Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 80 Mil atau 120 kilometer sebelah utara Kabupaten Gresik. Pola ketinggian gelombang laut yang terjadi di kawasan ini tergolong cukup besar, hal ini dikarenakan laut yang ada di kawasan ini berhadapan langsung dengan laut lepas (Laut Jawa). Oleh karena itu, laut di kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL). Spesifikasi prototipe Oscillating Water Column yang digunakan dalam penelitian ini yang
telah diaplikasikan di Pantai Parang Racuk, Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah
        Bagaimana studi potensi energi gelombang laut dengan menggunakan sistem Oscillating Water Column mampu memberikan solusi pengoptimalan energi listrik yang dihasilkan di Perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Jumat, 09 November 2018

Contoh Lembar Observasi

Format Lembar Observasi


Contoh Format Analisis Soal

Contoh Format Analisis Soal